Konflik Rusia-Ukraina Disinyalir Berdampak Pada Naiknya Harga Komoditas Global

Konflik Russia-Ukraina yang marak diberitakan belakangan ini disinyalir berdampak pada kenaikan harga berbagai komoditas yang melanda dunia saat ini, termasuk Indonesia. 

Analisa yang dirilis (25/2/2022) Food and Agriculture Association (FAO) melalui Nota Informasinya (Information Note) menyebutkan risiko harga sebagai salah satu dari 7 (tujuh) risiko dari konflik Rusia-Ukraina. Sebagai dua negara produsen besar gandum dan biji-bijian yang mencakupi 30% ekspor gandum dunia, misalnya, konflik Rusia-Ukraina menyebabkan kapasitas produksi tidak dapat sepenuhnya diganti oleh negara produsen lain sehingga menurunnya ketersediaan bahan tersebut menyebabkan naiknya harga komoditas yang diproduksi dengannya. Risiko serupa berpotensi terjadi baik terhadap komoditas yang diekspor oleh kedua negara tersebut maupun yang diimpornya. Yang terjadi, sebagaimana diungkap FAO dan dilansir surat kabar Nikkei Asia, index harga pangan dunia naik 13% per bulan Maret 2022 dari harga bulan Februari, dan 34% dibanding tahun lalu. 

Terlebih, Rusia dikenal sebagai salah satu penghasil minyak terbesar dunia serta sederet bahan mentah lainnya, sebagaimana diungkap oleh Kepala Bagian Riset United Overseas Bank Singapura, Suan Teck Kin dalam wawancara kantor berita Singapura CNA yang disiarkan melalui akun Youtube resmi CNA (24/2/2022). Sehingga walaupun dampak kenaikan harga terjadi bukan secara langsung, namun secara global dapat terasa.