Dampak Positif Trendingnya Industri Digital di Batam

Salah satu jenis usaha yang dominan dan booming di kota Batam pada tahun 2025 lalu adalah sektor usaha digital. Masuk dalam kategori sektor usaha Jasa yang mencapai nilai Realisasi Investasi sejumlah 9,99 triliun rupiah, Sektor Digital secara mandiri mencapai nilai Realisasi Investasi sejumlah 8,557 triliun rupiah. 

Nilai Realisasi Investasi tersebut praktis menjadikan Sektor Digital sebagai sektor yang memiliki nilai Realisasi Investasi paling tinggi kota Batam untuk tahun 2025. Sebab, nilai Realisasi Investasi Sektor Industri Mesin, Elektronik, dan Peralatan Listrik, sebagai sektor terbesar ke-2 di Batam tahun 2025, ‘hanya’ mencapai 6,08 triliun rupiah. Adapun nilai Realisasi Investasi terbesar ke-3 diraih oleh sektor Listrik, Gas, dan Air dengan capaian realisasi sebesar 5,80 triliun rupiah. 

Tabel 1. Tiga (3) Sektor Dengan Nilai Realisasi Investasi Terbesar di Kota Batam Tahun 2025

Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Lonjakan Sektor Digital? 

Menurut Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, tiga (3) faktor strategis berikut mempengaruhi tingginya investasi Sektor Digital di Batam sepanjang 2025 lalu: 

  1. kedekatan geografis dengan Singapura, 
  2. konektivitas yang cepat, dan 
  3. peluang membangun model operasi lintas batas untuk mendukung kebutuhan regional.

Lonjakan investasi Sektor Digital tahun 2025, didominasi oleh empat (4) negara sumber investasi: [1] Singapura, [2] Hongkong, [3] Amerika Serikat, dan [4] Malaysia. 

Apa Saja Dampak Dari Segi Peluang Yang Tercipta oleh Lonjakan Realisasi Investasi Digital? 

Ada dua (2) kategori dampak berupa peluang yang tercipta sebagai akibat dari melonjaknya Realisasi Investasi Sektor Digital di Kota Batam tahun 2025 lalu. Dampak pertama adalah terciptanya lapangan pekerjaan. Sebagai pusat industri digital Kota Batam, KEK Nongsa tercatat telah menyerap sebanyak 836 orang tenaga kerja pada triwulan ke-4 tahun 2025 lalu. 

Dampak yang kedua adalah pada sektor-sektor usaha yang terkait dengan rantai pasok (supply chain) dan layanan pendukung (support services) bagi industri digital. Di antara yang paling terdampak meningkat adalah sektor Listrik, Gas, dan Air sebagaimana dalam tabel di atas. 

Tabel di atas menunjukkan bahwa Industri Sumber Daya Energi dan Air menduduki urutan ke-3 terbesar dalam realisasi investasi. Sehingga, sebagaimana menurut keterangan BP Batam, nampak bahwa infrastruktur energi menjadi prioritas bagi para investor di Batam, termasuk di dalamnya clean and sustainable energy (energi bersih dan berkelanjutan) untuk mendukung operasional pusat data (data center). 

Menurut keterangan Kepala BP Batam, BP Batam berkomitmen untuk memastikan bahwa pertumbuhan digital tidak terjadi dengan mengorbankan keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability). Integrasi energi terbarukan, termasuk PLTS, jadi roadmap pengembangan kawasan agar Batam mampu memenuhi standar Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai syarat utama bagi investasi global.

“Transformasi digital kita nyata. Kami (BP Batam) berkomitmen menjadikan Batam sebagai lokasi investasi yang kompetitif, terukur, dan investor-friendly, khususnya untuk sektor digital yang berkelanjutan,” jelasnya.

(Sumber: Rilis Pers BP Batam)