Volume Pelayaran Langsung Peti Kemas Internasional Batam Melesat, Ini Dampaknya

Pelabuhan Batam mencatat bahwa pelayaran langsung (direct call) internasional peti kemas dari Batam meningkat pesat di awal tahun 2026 ini. Menyumbang 24 persen dari total lalu lintas peti kemas, seperti apa perkembangan dan peningkatan direct call Batam serta apa saja potensi dampaknya?

Anatomi Peningkatan

Dibanding periode yang sama tahun 2025 lalu, jumlah layanan direct call peti kemas Batam, direct call awal tahun ini sebanyak 3,12 kali lipat lebih banyak. Secara jumlah, tercatat 34 direct call pada periode Januari-Mei tahun 2025 berbanding 106 call pada periode yang sama tahun ini.

Dari segi volume, total 25.904 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) tercatat beroperasi selama periode Januari-Mei 2025, dan meningkat menjadi 58.237 TEUs pada periode yang sama tahun 2026 ini. Perbandingan antara periode tersebut antara 2025 dan 2026 adalah 1:2,25.

Tak hanya itu, jumlah perusahaan yang berpartisipasi dalam layanan direct call ini juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, partisipan direct call Batam hanya dua (2) perusahaan; SITC dan Evergreen. Di tahun 2026 ini, kiprah kedua perusahaan tersebut pada pelayanan direct call pelabuhan Batam diperkuat oleh kehadiran perusahaan pelayaran COSCO Shipping dan Samudera. 

Tahun 2026 ini, performa layanan direct call Batam berhasil merambah ke tujuh (7) negara, dengan rincian sebagaimana table berikut di bawah ini.

NoNegara & Jumlah PortNama Kota Pelabuhan
1P.R. China (6)Shanghai, Ningbo, Shekou, Nansha, Yangpu, dan Qinzhou
2Vietnam (2)Haiphong dan Ho Chi Minh City
3Malaysia (4)Port Klang, Kuantan, Kota Kinabalu, Kuching
4Singapore (1)Singapore
5Thailand (1)Laem Chabang
6Cambodia (1)Sihanoukville
7Myanmar (1)Yangon

Potensi Dampak

Pembukaan layanan pelayaran langsung (direct call) internasional peti kemas oleh otoritas pengelola pelabuhan biasanya diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di tataran internasional.

Berikut beberapa komponen indikator tercapainya hal ini.

[1] Memangkas biaya dan administrasi dokumen kepelabuhanan. BP Batam Persero Batam, menjelaskan bahwa direct call dapat menurunkan Ocean Freight and Terminal Cost sebesar US$ 600 per TEUs. Dan semakin sedikti Pelabuhan yang dilalui, semakin ringan pula sisi dokumentasi kepelabuhanannya.

[2] Hemat waktu dan lebih aman. Direct call juga dapat memangkas waktu yang diperlukan barang untuk mencapai titik tujuan, sehingga juga diharapkan berpotensi lebih aman dari kerusakan.

Keempat keunggulan di atas, yang juga merupakan indikator kekuatan ekspor/impor dan performa pelabuhan di Batam dalam layanan peti kemas internasional, menguatkan cita-cita BP Batam untuk menjadi gerbang logistik internasional dan pusat distribusi perdagangan. 

”Dengan pertumbuhan direct call dari sisi kunjungan kapal dan volume peti kemas, Terminal Peti Kemas Batu Ampar semakin menujukkan perannya sebagai gerbang logistik internasional yang strategis dan pusat distribusi perdagangan di kawasan selat Malaka.” (Denny Tondano, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam)