Batam mencatat perkembangan yang membanggakan terkait realisasi investasi di tahun 2025 kemarin. Di tengah atmosfer ekonomi global yang sedang begitu berhati-hati dalam memilih apa, bagaimana, dan di mana menanamkan modal, Batam berhasil mencatat realisasi investasi yang begitu impresif, yakni mencapai Rp69,30 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini melampaui sebesar 15% dari target Rp60 triliun, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa daya tarik Batam masih sangat kuat.
Apa saja poin utama di balik keberhasilan ini? Simak beberapa poin di bawah ini:
- Pertama: PMA & PMDN Tumbuh Signifikan. Kenaikan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ini didorong oleh bertambahnya jumlah proyek baru serta langkah para pelaku usaha yang aktif melakukan ekspansi atau penguatan kapasitas usaha. Ini membuktikan kepercayaan investor yang semakin meningkat.
- Kedua: Fokus pada Sektor Produktif Penunjang. Aliran modal ini utamanya mengalir ke sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama industri di Batam. Hal ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi kawasan dalam jangka panjang.
- Ketiga: Lonjakan Volume Belanja Modal Industri. Tren positif ini mencerminkan naiknya nilai belanja modal industri di Batam. Hal ini menandakan bahwa industri kita sedang melakukan pendalaman kapasitas (capital deepening) untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di kancah internasional.
- Keempat: Realisasi Aset Riil: Yang menarik, pencatatan investasi ini didasarkan pada realisasi aset produktif. Artinya, investasi yang masuk benar-benar diwujudkan dalam bentuk mesin-mesin baru, alat-alat produksi, dan fasilitas industri yang langsung digunakan untuk kegiatan operasional.

Selama ini, kota Batam menjadi mitra bagi perusahaan-perusahaan internasional sekaligus negara asalnya dalam melakukan ekspansi ekonomi. Kemitraan tersebut, dan didukung oleh lonjakan investasi dari dalam negeri, jadikan Batam makin mengukuhkan posisinya sebagai pusat produksi yang efisien, dan matang secara infrastruktur.